Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dimasa kini dan akan dading merupakan suatu proses yang terus berjalandi semua bidang kehidupan manusia, begitu juga kebidang pendidikan. Pada skhir tahun 2003 lahir salah satu model pembelajaran BaKuliKan Menurut Sudjana (Shofiah 2009: 27) bakulikan merupakan serangkaian langkah pembelajaran yang meliputi dari tindakan baca (ba), lakukan (ku), lihat (li) dan diskusikan (kan) BaKuLiKan. Akronim Bakulikan bukanlah kata baku diambil dari kata penyingkatan, tapi solusi ringkas agar kita mudah  ingat alur proses pembelajaran yang  diterapkan di sekolah.

 

 

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Lainnya di Lingkungan Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen

Dengan hormat kami sampaikan, menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 0582/B.B2/GT/2021 tanggal 15 Februari 2021 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan maka selanjutnya akan dilaksanakan seleksi administrasi bagi calon peserta PPG Dalam Jabatan tahun 2021.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan akan melaksanakan:

  1. Seleksi administrasi bagi guru yang telah lulus seleksi akademik pada tahun 2019 yaitu sebanyak 29.518 orang.
  2. Verifikasi dan validasi ulang bagi guru yang telah lulus seleksi akademik dan administrasi pada tahun 2017 dan 2018, namun belum ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahun 2020 yaitu sebanyak 14.204 orang.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara daring melalui laman ppg.kemdikbud.go.id (login dengan akun SIMPKB). Surat edaran dapat diunduh disini.

Info grafis untuk pelaksanaan seleksi administratif PPG Dalam Jabatan Tahun 2021 dapat dilihat dalam gambar berikut:

 

Sorong, 11 Februari 2021 – Mendikbud menyampaikan para guru yang tergabung dalam Program Guru Penggerak memiliki kesempatan untuk menjadi kepala sekolah. Guru Penggerak merupakan program yang dirancang untuk memberikan pembekalan kompetensi kepada para guru mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SMA, guna menyiapkan pemimpin pembelajaran masa depan.
 
"Ke depan, kalau mau punya karir sebagai kepala sekolah, tentu harus melewati program Guru Penggerak, karena ini bukan cuma program penguatan, tapi juga kepemimpinan," terang Mendikbud.

Untuk angkatan pertama, program Guru Penggerak dibatasi hanya untuk 2.800 orang. Mendikbud memastikan selanjutnya kuota program Guru Penggerak akan ditambah, seiring dengan tingginya minat para guru. Lebih lanjut, Mendikbud berharap dengan mengikuti program Guru Penggerak para guru dapat mengubah pola pikir untuk selalu mengutamakan siswa dalam proses pembelajaran.

"Sebenarnya, melalui Program Guru Penggerak Kemendikbud bukannya mau mengajari menjadi guru. Semua guru yang baik tahu bahwa ada yang tidak beres dengan cara kita mengajar. Prosesnya ada yang salah. Padahal insting guru itu sudah benar. Jadi tugas Kemdikbud adalah memerdekakan insting itu," ujar Mendikbud.

Calon Guru Penggerak dari SMPN 9 Kota Sorong, Elis Franciska mengatakan kepada Mendikbud bahwa ada begitu banyak manfaat yang diterima sebagai peserta pendidikan Guru Penggerak. Melalui pendidikan guru penggerak, Franciska menyadari bahwa selama mengajar yang menurutnya sudah benar ternyata 100 persen belum sesuai dengan filosofi mengajar Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. “Ketika kami ikut program Guru Penggerak, kami jadi mau berubah,” ujar Franciska.

Selain itu, Franciska juga telah melakukan aksi nyata untuk menyosialisasikan apa yang telah mereka dapat selama menjalani pendidikan guru penggerak. Franciska sadar, bahwa apa yang ia peroleh juga penting untuk semua guru.


“Kami memberikan sosialisasi yang pertama kepada semua guru di SMP kami, itu sekitar 52 orang. Kami menyosialisasikan tentang apa itu Guru Penggerak dan apa yang kami dapat. Ternyata selama ini apa yang kami pelajari dan apa yang kami lakukan terhadap anak-anak didik kami jauh daripada apa yang seharusnya dilakukan di seorang Guru Penggerak itu. Teman-teman guru banyak yang jngin mengikuti Program Sekolah Penggerak,” kata Franciska.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril mengatakan Kota Sorong termasuk angkatan pertama dalam Program Guru Penggerak. Hingga saat ini, kata Iwan ada 15 guru dari berbagai sekolah di Kota Sorong sedang menjalani pembekalan kompetensi Guru Penggerak selama sembilan bulan ke depan.

"Tahun depan akan ada lagi. Jadi totalnya ada enam angkatan. Setelah enam angkatan nanti akan balik lagi ke kota yang sama. Tapi untuk tahun ini sudah (tutup), tahun depan ayo berlomba ikut," ajak Iwan.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#bersamahadapikorona
#merdekabelajar
#kampusmerdeka

Sorong, 12 Februari 2021-- Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten dan Kota Sorong, Papua Barat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan diskusi dengan warga sekolah, serta pelaku seni dan budaya. Sanggar Seni Nani Bili merupakan salah satu tempat yang ditinjau Mendikbud. Sanggar Seni Nani Bili merupakan komunitas para pecinta seni dari berbagai suku di Tanah Moi atau Kota Sorong yang saat ini memiliki 276 anggota.⁣

Selanjutnya, Mendikbud berkunjung dan berdiskusi dengan masyarakat adat Moi Kelim di Kampung Malaumkarta dan meninjau cagar budaya Kubu Pertahanan Jepang di Pulau Doom, Distrik Sorong Kepulauan.⁣

Saat melakukan diskusi dengan para pelaku seni dan budaya di sanggar seni Nani Bili, Mendikbud menegaskan berkomitmen untuk memajukan kebudayaan. Mendikbud mengatakan bahwa kemajemukan adat dan budaya merupakan kekayaan terbesar di Indonesia. "Ini prioritas Kemendikbud, bahwa selain pelestarian, inovasi juga sangat penting. Sehingga budaya kita bisa dinikmati oleh generasi berikutnya," ujar Mendikbud.⁣

Di Malaumkarta, Mendikbud juga mendorong pelestarian bahasa sebagai bagian dari perlindungan adat dan budaya melalui pelajaran bahasa adat di satuan pendidikan. Menurutnya, tanpa bahasa daerah yang sarat makna dan kearifan lokal, maka kebudayaan sulit berkembang. "Ruang kearifan lokal dalam sistem pendidikan kita sudah seharusnya dikembangkan," ungkap Mendikbud.⁣

Dalam rangkaian kunjungannya, Mendikbud juga menyampaikan paradigma baru pemajuan kebudayaan yang digencarkan Kemendikbud. “Kemendikbud mengubah paradigma dalam membuat kebijakan dan program terkait kebudayaan. Kami memikirkan bagaimana kita dapat melakukan investasi terhadap ekosistem kebudayaan agar berdampak positif bagi perekonomian penggiat seni dan masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat adat,” ujar Mendikbud.⁣

Mendikbud menegaskan, “anggaran apapun yang dikeluarkan oleh Kemendikbud harus ada hasil yang berkesinambungan terhadap ekosistem kebudayaan di masing-masing daerah,” tutur Mendikbud.⁣

Andi Agaki, seniman kontemporer Papua Barat menanggapi diskusi dengan positif. “Saya pikir, paradigma baru Kemendikbud dalam memajukan kebudayaan punya energi yang sama dengan kami para seniman”.⁣

Turut mendampingi Mendikbud, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kemendikbud, Sjamsul Hadi mengatakan di saat pandemi seperti ini Kemendikbud telah memiliki beberapa program terkait Obyek Pemajuan Kebudayaan. Pertama, menyediakan ruang ekspresi virtual yang bisa dinikmati oleh semua masyarakat.⁣

Program selanjutnya, yaitu Fasilitasi Bidang Kebudayaan. Kemendikbud melalui Ditjen Kebudayaan telah melakukan stimulus-stimulus melalui dokumentasi dan karya pengetahuan. “Di sini Bapak atau Ibu ada ruang untuk berkarya atau mendokumentasikan karya dan nantinya ada dana dukungan,” ujar Sjamsul Hadi.⁣

Sjamsul Hadi juga mengajak pemerintah daerah Papua Barat untuk segera melengkapi pokok-pokok pikiran kebudayaan agar menjadi dasar dinas pendidikan dan kebudayaan mengusulkan alokasi anggaran kebudayaan setiap tahunnya. ⁣

Selain itu, turut disosialisasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018, dimana para pelaku seni dapat memanfaatkan dana desa untuk alokasi anggaran pemajuan kebudayaan.⁣

”Jadi para pelaku seni dan budaya yang tinggal di desa-desa, punya karya-karya kreatif, dan punya potensi memajukan kebudayaan di desa, dapat memanfaatkan alokasi Dana Desa ini,” terang Sjamsul Hadi.⁣







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat⁣
Sekretariat Jenderal⁣
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan⁣

Laman: kemdikbud.go.id⁣
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI⁣
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri⁣
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri⁣
Youtube: KEMENDIKBUD RI⁣
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id⁣

#merdekabelajar ⁣
#desakreatif⁣
#kebudayaanmaju⁣

Pontianak- LPMP Kalbar - Program Sekolah Penggerak yang diluncurkan pemerintah pada tanggal 1 Februari 2021 ditindaklanjuti oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Disdikbud Provinsi Kalimantan Barat bersama  LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan BP PAUD Dikmas Kalimantan Barat sebagai UPT Kemendikbud, dengan melaksanakan Sosialisasi Program Sekolah Penggerak pada tanggal 11 Februari 2021 secara daring.

Kegiatan yang dibuka oleh Kadisdikbud Provinsi Kalimantan Barat, Drs.Sugeng Hariadi, MM. Ini bertujuan memberikan pemahaman dan mempublikasikan Program Sekolah Penggerak kepada kepala sekolah dari 4 kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagai pelaksana program sekolah penggerak, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.

Pada kegiatan ini, Kadiskdikbud Kota Pontianak, Kadiskdikbud Kab. Kubu Raya, Kadiskdikbud Kab. Sintang dan Kadiskdik Kab. Ketapang berkesempatan memberikan sambutan. Para kepala dinas tersebut mengapresiasi Program Sekolah Penggerak dan memberikan motivasi kepada kepala sekolah yang nantinya akan mengikuti seleksi Program Sekolah Penggerak agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.

Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala BP PAUD dan Dikmas Kalimantan Barat pada kesempatan ini memberikan materi mengenai Pengenalan Program Sekolah Penggerak. Sedangkan materi mengenai Mekanisme Seleksi Program Sekolah Penggerak dan Tata Cara Pendaftaran Kepala Sekolah disampaikan oleh Dra. Nike Kusumahani, M.Si dan dan Agung Budiatmoko, ST dari Ditjen GTK PAUD.

Adapun informasi terkait persyaratan peserta, karakteristik, tahapan dan informasi umum lainnya mengenai Program Sekolah Penggerak dapat diakses melalui tautan https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak/. Bagi kepala sekolah di  kabupaten penyelenggara Program Sekolah Penggerak dapat mendaftar sebelum tanggal 6 Maret 2021 melalui https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/pendaftaran-sekolah-penggerak. Apabila ada pertanyaan dapat menghubungi nomor whatsapp atau aplikasi LAPOR! dengan memilih kategori Program Sekolah Penggerak. Pertanyaan akan dijawab melalui nomor WA 081281435091 atau email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

Di samping itu, LPMP Provinsi Kalimantan Barat juga menyediakan layanan informasi dan konsultasi mengenai Program Sekolah Penggerak di Unit Layanan Terpadu (ULT) melalui nomor WA 081522925800, website ULT dengan alamat http://ult.lpmkalbar.id atau Instagram @ultlpmpkalbar.

Dokumentasi

Video Tutorial Pendaftaran

Vicon Sosialisasi Program Sekolah Penggerak Tahun 2021 lpmp kalimantan Barat