Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (6)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Arsip Berita

Jumat, 13 November 2020 10:10

Museum Virtual Jadi Pilihan di Masa Pandemi

Written by

Jakarta, Kemendikbud --- Layanan kunjungan museum di masa pandemi Covid 19 otomatis terhenti. Namun demikian, masyarakat tetap dapat belajar dan berkunjung ke museum melalui media virtual. Hal tersebut terungkap pada diskusi terpumpun yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (12/11).
 
Dalam diskusi yang bertema “Inovasi Teknologi Digital dalam Layanan Museum di Masa Pandemi Covid-19” tersebut menghadirkan pakar dari universitas dan sejumlah pengelola museum di Jakarta. Dalam sambutannya, Sekretaris Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud, Suhadi mengatakan, di masa krisis seperti saat ini, seluruh lapisan masyarakat harus saling memotivasi dan menguatkan supaya kreativitas dan inovasi di museum tetap berjalan meski di tengah berbagai tantangan. Adapun bentuk kreativitas yang marak dilakukan adalah layanan digital.  
 
“Keadaan sudah berubah karena pandemi. Maka tugas kita di Kemendikbud adalah memastikan anak-anak tetap mendapat layanan pendidikan, termasuk layanan museum. Siswa ke museum ini turut membentuk karakter Pelajar Pancasila. Maka, mari kita berperan agar anak-anak tetap bisa ke museum secara virtual dan mari kita buat museum menarik agar mereka mau berkunjung,” jelasnya.
 
Senada dengan itu, Museolog Universitas Indonesia, Kresno Yulianto berpendapat, beberapa pengelola museum sudah beradaptasi menjalankan strategi digital, misalnya dengan membuat kunjungan virtual, blog, dan interaksi di internet. Namun, ia meyakini museum harus membuat tim manajemen krisis yang lebih integratif.
 
Pandemi dinilai Kresno, membuat komunikasi terputus sehingga museum butuh tim manajemen krisis dan kehumasan, terutama untuk komunikasi eksternal ke publik. Menurutnya, sektor humas dalam kondisi ini sangat menentukan. Museum harus makin gencar mengembangkan media digital interaktif yang menjangkau banyak orang. “Jangan lupa siapa media partner museum dan community relations dengan masyarakat. Itu harus dijaga,” tegasnya pada kesempatan yang sama.
 
Kresno mencontohkan, museum dapat menjalankan fungsi sosial (charity) dengan berbagai komunitas nonprofit sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau menggandeng seniman-seniman untuk membuat masker dan dijual. “Buat yang unik-unik, dan pegang basis data pengunjung. Promosikan terus bahwa museum aman dikunjungi dengan protokol kesehatan. Atau, seperti Museum Macan yang selalu promosi museum bisa dikunjungi secara digital. Jadi, publik juga tidak merasa hak berkunjung ke museum dikurangi,” ucapnya.
 
Lebih lanjut, Pengajar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Windy Gambeta mengakui, teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan augmented reality akan membantu museum menjalankan layanan menarik.
 
“Di kampus, pada masa pandemi, semua dosen disuruh membuat video belajar dan diunggah ke YouTube. Dosen-dosen yang banyak pengikutnya, kontennya bisa dimonetisasi. Museum bisa membuat kanal YouTube. Pasti ada dana, tapi konten pameran bisa disimpan di YouTube dan bisa dikelola untuk pemasaran museum dan mendapat pemasukan,” tutur Windy mencontohkan.
 
Sebagai informasi, saat ini Indonesia memiliki 439 museum di 34 provinsi. Sejak pandemi, survei UNESCO pada Mei 2020 menunjukkan, 90% dari sekitar 85 ribu museum di seluruh dunia menghentikan layanan kunjungan wisatawan secara fisik ke museum. Hal ini berdampak pada keberlangsungan museum itu sendiri, terutama museum-museum yang dikelola swasta dan perorangan, yang pendanaannya bergantung sepenuhnya dari kunjungan wisatawan.

Tangerang, Kemendikbud --- Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap dapat melaksanakan kompetisi antarsiswa maupun antarmahasiswa. Upaya yang dilakukan oleh Puspresnas Kemendikbud agar kompetisi dapat tetap berjalan adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas Asep Sukmayadi mengatakan kompetisi antarsiswa dan antarmahasiswa secara daring sejauh ini dapat berjalan lancar. Sejumlah kendala yang dihadapi dapat diatasi sehingga sampai hari ini semua kompetisi berjalan sesuai jadwal. "Para siswa antusias mengikuti kompetisi walaupun secara daring, semoga semua kompetisi yang kita laksanakan berjalan baik," kata Asep Sukmayadi ketika membuka Penilaian Babak Penyisihan KOSN Pendidikan Dasar secara daring, di Hotel Grand Soll Marina Tangerang, Senin (9/11/2020).

Asep Sukmayadi mengapresiasi seluruh panitia kompetisi yang telah menyiapkan sistem daring dan melaksanakan kompetisi dengan baik. Begitu juga dinas pendidikan dan orang tua siswa berperan penting mendukung terselenggaranya setiap kompetisi yang dilaksanakan oleh Puspresnas.

Puspresnas Kemendikbud tahun ini melaksanakan berbagai kompetisi di semua jenjang pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar dilaksanakan sejumlah kompetisi seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Gala Siswa Indonesia (GSI) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) juga dilaksanakan secara daring.

Pada jenjang pendidikan menengah, KSN, KOSN, FLS2N juga dilaksanakan. Selain itu terdapat juga Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) terdapat juga Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Begitu juga pada pendidikan khusus dan pendidikan tinggi, berbagai kompetisi dilaksanakan sebagai wadah berkompetisi bagi seluruh siswa dan mahasiswa.

Tujuan kompetisi-kompetisi yang dilaksanakan Puspresnas antara lain untuk menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa/mahasiswa berbasis penguatan karakter. Selain itu kompetisi-kompetisi tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menjalin solidaritas dan persahabatan antarsiswa dan antarmahasiswa di seluruh Indonesia.

     
Waktu : 22-04-2020 09:00 - 22-04-2020 14:00
Tempat : Youtube
Lokasi : https://www.youtube.com/channel/UCbNmhYhCjf-PI_YzLeBnGgQ

Topik 1: Fasilitasi LPPKSPS dalam Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19

Topik 2: Sharing Best Practice implementasi Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19

 

Link ke kelas webinar:  

LPPKSPS

Sebagai inisiatif dalam menghadapi penutupan sekolah sementara karena Covid-19, LPPKSPS menyelenggarakan 2 webinar selama 2 hari berturut-turut tentang Strategi Kepemimpinan Pembelajaran dan Partisipasi Pengawas Sekolah dalam Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19, tanggal 21-22 April 2020.

Pembelajaran Jarak Jauh disajikan secara interaktif menggunakan perangkat Microsoft Teams bagi 200 pendaftar pertama. Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Namun bagi yang kehabisan kursi, anda masih dapat menyaksikan secara live streaming webinar pada channel youtube LPPKSPS.

Jumat, 23 Oktober 2020 15:08

Kemendikbud Latih Guru Gunakan Google Classroom

Written by

Yogyakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 250 guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK  mengikuti pelatihan daring mengenai pemanfaatan Google Classroom dalam pembelajaran matematika di kelas. Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika di Yogyakarta, pada 22 Oktober s.d. 10 November 2020. Pelatihan yang sudah memasuki tahap kedua ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Progam pelatihan ini menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Kemendikbud melalui PPPPTK Matematika di tengah pandemi Covid-19. Salah satu tujuan pelatihan adalah agar program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan tetap berlangsung meski dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi konferensi video. Koordinator Internal PPPPTK Matematika, Puji Iryanti, mengemukakan, pelatihan ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan kompetensi guru, khususnya guru matematika.
 
“Penguasaan kompetensi dan teknologi terkait pembelajaran saat ini sangat dibutuhkan oleh guru terutama pada masa pandemi. Pemanfaatan penggunaan Google Classroom menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh bagi siswa,” ujar Puji saat pembukaan pelatihan pada Kamis, (22/10/2020).
 
Selama pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pengenalan Google Classroom dan bagaimana merancang kelas daring untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Peserta juga didampingi oleh fasilitator yang berasal dari alumni terbaik Pelatihan E-Training Terstruktur PPPPTK Matematika.

Bogor, Kemendikbud — Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berhasil  menjadi tempat penyimpanan informasi dan publikasi digital kementerian terbaik di Indonesia. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani optimis Repositori Kemendikbud akan memberikan manfaat luas kepada publik, terlebih di masa pandemi COVID-19.  

“Saat ini keberadaan sumber belajar dalam jaringan (daring) sangat di butuhkan oleh masyarakat. Repositori ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk kemajuan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia ke depannya,” kata Evy saat menanggapi keberhasilan Kemendikbud menjadi repositori kementerian terbaik melalui telepon selular, Jumat (28/08).

Pustakawan Ahli Madya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia  (Perpusnas RI), Tatat Kurniawati mengatakan bahwa Repositori Kemendikbud menjadi nomor satu untuk jenis Perpustakaan Khusus. Repositori ini menjadi wadah bagi perpustakaan khusus dalam mendokumentasikan, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan karya cetak karya rekam (KCKR) di lingkungan lembaganya.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Perpustakaan Kemendikbud dalam mengumpulkan dan mendokumentasikan KCKR di lingkungan Kemendikbud ke dalam repositori institusi. Hal ini karena Perpustakaan Nasional RI sedang mendorong perpustakaan khusus untuk membangun repositori institusi dalam rangka e-deposit KCKR”, ujar Tatat Kurniawati dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR) dan E-Deposit di Lingkungan Kemendikbud di Bogor (25/8/2020).

Untuk diketahui, Repositori Kemendikbud dikelola dan dikoordinasikan oleh Perpustakaan Kemendikbud di bawah BKHM. Repositori ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Kemendikbud dengan pustakawan/pengelola perpustakaan di seluruh unit kerja dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud. Sebanyak 138 satuan kerja di lingkungan Kemendikbud telah bergabung dan mendokumentasikan hasil karya cetak dan karya rekamnya dalam repositori ini.

Koleksi tersebut terdiri dari berbagai kategori seperti bahasa dan kesusastraan, buku sekolah, guru, kebijakan umum Kemendikbud, kebudayaan, dan berbagai tema lainnya. Lebih lanjut Evy Mulyani memberikan apresiasi kepada seluruh pihak khususnya bagi pustakawan/pengelola perpustakaan yang telah berkontribusi aktif dalam pengembangan dan pengelolaan Repositori Kemendikbud.

“Saat ini terdapat lebih dari 13.000 koleksi yang tersedia di dalam Repositori Kemendikbud dan telah diunduh lebih dari empat juta kali oleh publik,” jelas Evy.

Sejalan dengan amanah Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang serah simpan KCKR, Perpustakaan Kemendikbud akan mengintegrasikan repositori institusi dengan sistem e-deposit nasional yang sedang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Dengan integrasi ini diharapkan dapat mempermudahkan proses serah simpan KCKR ke Perpustakaan Nasional.

Pustakawan Perpusnas RI lain yang menjadi narasumber dalam DKT ini, Suci Indrawati menambahkan bahwa dengan integrasi ke sistem e-deposit artinya Kemendikbud ikut mendukung koleksi nasional dan bibliografi nasional Indonesia. “E-Deposit Perpustakaan Nasional memudahkan perpustakaan dalam menyimpan, melestarikan, serta mendayagunakan koleksi digital baik karya cetak maupun karya rekam,” kata Suci.

Repositori dibangun Perpustakaan Kemendikbud pada tahun 2016 sesuai dengan tugas dan fungsi BKHM yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2019. Dalam aturan tersebut dijelaskan, BKHM bertugas melakukan pengelolaan perpustakaan kementerian dan melaksanakan serah simpan karya cetak dan karya rekam di lingkungan kementerian.

Repositori Kemendikbud menjadi bukti bahwa paradigma perpustakaan abad 21 bukan hanya sebagai tempat menyimpan, membaca, dan meminjam koleksi, namun juga berperan sebagai penghubung dan penyedia akses terhadap data, informasi, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemustakanya. Evy berharap, Repositori Kemendikbud memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan hasil terbitan/publikasi di lingkungan Kemendikbud secara cepat.

Dalam kesempatan ini, Kepala BKHM turut mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan sumber informasi yang terdapat dalam Repositori Kemendikbud sebagai media sumber belajar baik di masa pandemi maupun ke depannya. “Silakan mengakses repositori Kemendikbud pada http://repositori.kemdikbud.go.id.  Koleksi repositori ini akan terus diperbaharui,” tutup Evy.

Jumat, 09 Oktober 2020 16:37

Webinar Generasi Berkarakter Hindari Narkoba

Written by

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) kembali menggelar web seminar (webinar) bertema Generasi Berkarakter Hindari Narkoba. Webinar yang kesebelas kali ini dipandu oleh Paradhita Zulfa Nadia dan penerjemah bahasa isyarat, Nurlailah, serta menghadirkan empat narasumber yaitu Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman, duta anti narkoba, Olivia Zalianty, atlet bulutangkis muda berprestasi, Fajar Alfian, dan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Eva Fitri Yuanita.
 
Sebagai narasumber pertama, Olivia Zalianty membagikan pengalaman hidupnya sebagai artis yang tetap bisa berprestasi tanpa narkoba. Meski lingkungannya dulu ketika masih bersekolah ada saja yang menyalahgunakan narkoba, namun Olivia tidak terpengaruh. Demikian pula ketika Olivia menjadi selebritas, tetap bisa produktif tanpa narkoba. Oleh karenanya, Olivia pernah didapuk sebagai Duta Anti Narkoba di tahun 2008. Olivia memilih rutin berolahraga untuk tetap sehat, bugar serta positif. Olivia menyebut pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mendukung semua kegiatan positifnya itu.
 
Senada dengan Olivia, atlet bulutangkis, Fajar Alfian bercerita bagaimana remaja dapat produktif, bahkan mengharumkan nama bangsa meski banyak godaan seperti tawaran penyalahgunaan narkoba. Fajar juga memilih olah raga agar menjadi remaja yang positif dan produktif. Menurutnya, olah raga adalah salah satu kegiatan yang bertujuan. Selain menyehatkan, olah raga juga membuat orang memiliki tujuan atau target, apalagi sebagai atlet nasional yang tentunya digembleng untuk terus berprestasi.
 
Pembicara ketiga yakni Eva Fitri Yuanita dari BNN menyerukan pentingnya semua sadar bahaya narkoba. Eva menyebut dalam setahun ada 18 ribu meninggal disebabkan penyalahgunaan narkoba. "Angka ini mengkhawatirkan sehingga tidak berlebihan rasanya jika disebut negara ini dalam kondisi darurat narkoba", tegasnya.

Masyarakat dan pemerintah mesti bergandeng tangan menanggulanginya, demikian juga dengan sekolah. Eva bahkan mengatakan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini, anak semestinya sudah diberitahu tentang bahaya narkoba, tentu saja dengan bahasa dan penyampaian yang sesuai. "Pengedar narkoba menyasar remaja dan anak, selain itu banyaknya penduduk di Indonesia menjadi pasar potensial bagi perdagangan narkoba. Modus operandi pengedaran narkoba juga terus berkembang dengan media yang makin beragam melalui internet," tutur Eva.
 
Dalam webinar ini juga disampaikan pengumuman pemenang lomba Blog dan Vlog Pusat Penguatan Karakter dengan mengusung tema "Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19". Lomba ini dimaksudkan untuk memotret bagaimana dunia pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan ragam praktiknya.

Kepala Puspeka Kemendikbud, Hendarman mengatakan lomba ini bertujuan untuk mempertahankan budaya literasi di kalangan millenial. "Semoga dengan adanya lomba blog dan vlog seperti ini, kaum millenial dan generasi Z bisa terus berkarya, serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tercipta generasi-generasi yang berkarakter, kuat, dan berdaya, " ujarnya.
 
Tidak hanya disiarkan melalui Zoom saja, webinar ini juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI, radio Suara Edukasi dan radio Itjen. Selama dua jam, selain disuguhi paparan para pembicara, peserta juga diajak berinteraksi melalui beberapa kuis dengan hadiah yang menawan.
 
Hendarman berharap, pandemi justru ini dapat menjadi kesempatan para remaja untuk menempa diri. "Karena lebih banyak waktu luang, diharapkan remaja dapat mengasah kemampuan dan melejitkannya menjadi Pelajar Pancasila," ujarnya.
 
Puspeka terus berupaya mewujudkan profil pelajar Pancasila, mengingat Pancasila semestinya menjadi visi sekaligus spirit dan pandangan hidup bernegara, terutama remaja.